The delivery of the Decree of the Minister of National Education
(PENYERAHAN SK MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL)
Mentioned that the educators have three main tasks, namely professional duties, human tasks, and social tasks (sivic mission). Educators should be able to help students to develop the power of thinking or Reasoning in such a way that they are able to participate in the creative process of transformation in the direction of cultural refinement in order to repair their own lives and the lives of all people.
Disebutkan bahwa seorang pendidik mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Pendidik seharusnya mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat.
So values by educators in order to carry out their duties, must be able to educate children to become its scale human, person (private) and not only become teachers (teacher) or (educators) educator because education is a part of the culture; education can be implement the essence of work as part of the culture if that culture but also learner.
Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh pendidik dalam rangka melaksanakan tugasnya, harus mampu mendidik anak sisiknya untuk menjadi manusia, person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan; jadi pendidikan dapat berfungsi melaksanakan hakikat sebagai bagian dari kebudayaan kalau yang melaksanakannya juga berbudaya.
As educators (nurturer) have roles associated with tasks to give assistance and encouragement (supporter), the duties of supervision and guidance (supervisor), and the tasks related to discipline children that make children into the rules-indocile rules and norms of families living community.
Sebagai pendidik (nurturer) mempunyai peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan membuat disiplin anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan norma hidup keluarga dan masyarakat.
In the world of education, educators are the spearheads in a reality series of government policies. Educators must continually strive to realize the goal of national education that are difficult to be measured, namely, the life of the nation and the people of Indonesia to develop fully, the man who believed in duty and against God and virtuous noble character, have the knowledge and skills, spiritual and physical health, personality, which steady and independent sense of social responsibility and nationalism
Di dunia pendidikan, pendidik merupakan ujung tombak dalam merealisasikan serangkaian kebijakan pemerintah. Pendidik harus senantiasa berupaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang sulit diukur, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Building a community that can not be separated from the education received by the community. The amount of the role education can not be seen in a short time. Many of the factors that must be prepared to support the education the better. Community participation, procurement of equipment in support of adequate, qualified teachers who are creative and some of the factors supporting the formation of quality education.
Membangun masyarakat berbudaya tidak bisa terlepas dari pendidikan yang diterima oleh masyarakat tersebut. Besarnya peran pendidikan tak bisa terlihat dalam waktu singkat. Banyak faktor yang harus dipersiapkan untuk mendukung kondisi pendidikan menjadi lebih baik. Partisipasi masyarakat, pengadaan perlengkapan pendukung yang memadai, guru yang berkualitas dan kreatif adalah beberapa di antara faktor pendukung terbentuknya pendidikan yang berkualitas.
As the parties STMIK AMIKOM Yogyakarta as educators are required to continue to gain knowledge to higher levels. One benchmark of quality educators is a gradual strata owned STMIK AMIKOM Yogyakarta now have a great teacher is Prof.Dr. M Suyanto, MM. Submission of SK professorship done in this space imagery was attended by the head of the foundation AMIKOM, coordinator kopertis region 5 life, as well as staff and academics.
Seperti yang dilakukan pihak STMIK AMIKOM Yogyakarta sebagai seorang pendidik dituntut untuk terus menimba ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu tolak ukur dari kualitas seorang pendidik adalah jenjang strata yang dimiliki STMIK AMIKOM Yogyakarta kini telah memiliki guru besar yaitu Prof.Dr. M Suyanto, MM. Penyerahan SK jabatan guru besar ini dilakukan di ruang citra ini dihadiri oleh ketua yayasan AMIKOM, koordinator kopertis wilayah 5 yogyakarta, serta staff dan para akademisi.
In his speech Drs. Shape pure, says MM gaps that must be maintained even owned by the teachers’ STMIK AMIKOM in Yogyakarta to become a first step toward success civitas academy.
Dalam sambutan Drs. Khalis Purwanto, MM mengatakan jenjang yang dimiliki haruslah dipertahankan bahkan dengan adanya guru besar di STMIK AMIKOM Yogyakarta menjadi langkah awal untuk menuju kesuksesan civitas akademi.
The amount of the role of educators in the world of education to attract the attention of various circles. Not only that the government should be responsible for the education, private institutions and non-government institutions also need to get involved in efforts to improve the quality of educators.
Besarnya peran pendidik dalam dunia pendidikan menarik perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab terhadap pendidikan, lembaga swasta dan lembaga non-pemerintah juga perlu ikut terlibat dalam usaha meningkatkan kualitas pendidik.
Meanwhile, as the coordinator kopertis region 5 DIY Prof. province. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip. HE said, with great teachers in angkatnya STMIK AMIKOM Yogyakarta is also a strength, especially in the kopertis region 5.
Sementara itu, selaku koordinator kopertis wilayah 5 propinsi DIY Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip. HE mengatakan, dengan di angkatnya guru besar STMIK AMIKOM Yogyakarta juga menjadi kekuatan khususnya di kopertis wilayah 5.
Educators as partners in student learning in formal school is one of the determinants of quality education. All agree that quality education requires quality teachers and also creative. Educators placed a noose that exists and always been praised by the community. Moreover, with the title “hero” seems identical to a teacher with a hero in the true sense.
Pendidik sebagai mitra siswa dalam belajar di sekolah formal adalah salah satu faktor penentu pendidikan berkualitas. Semua sepakat bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan guru yang berkualitas dan kreatif pula. Pendidik ditempatkan menjadi sosok yang keberadaannya selalu dibanggakan dan dipuji oleh masyarakat. Apalagi dengan predikat “pahlawan” sepertinya mengidentikkan guru dengan pahlawan dalam arti yang sebenarnya.



Have your say!