Mystery blanket ancient temple site Gebang
(SELIMUT MISTERI SITUS PURBAKALA CANDI GEBANG)
The temple is located in the village of Gebang, Neighborhood Wedomartani, Subdistrict Kirkwall, Sleman this up to now still keep some mystery that can not be solved, not be background establishment of the temple. However clear that the temple was found by local residents in November 1936 are hinduitis. This is known from finding Lingga, Yoni, and Ganesha statue, which is one of the hallmarks of a Hindu temple. Meanwhile, when viewed from the feet that have a high proportion and without the relief / plain, it is estimated that the temple was built during the period of old age (± 730 - 800 F).
Candi yang terletak di desa Gebang, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman ini hingga kini masih menyimpan sejumlah misteri yang belum bisa dipecahkan, belum diketahui secara pasti latar belakang didirikannya candi tersebut. Akan tetapi yang jelas candi yang ditemukan oleh penduduk setempat pada bulan November 1936 ini bersifat hinduitis. Ini diketahui dari ditemukannya Lingga, Yoni, dan Arca Ganesha yang merupakan salah satu ciri dari candi Hindu. Sedangkan bila dilihat dari bagian kaki yang mempunyai proporsi yang tinggi dan tanpa relief/polos, diperkirakan candi ini dibangun pada periode tua (± 730 - 800 M).
Do not imagine this temple has a grandeur as offered by the Prambanan or Borobudur temple, because the physical building temples Gebang is not special, just a square-shaped size of 5.25 mx 5.25 m by 7.75 m. higher In the body of the temple there is one room with a direction to the east side in which there is Yoni. Niche in the north and south in the blank. In the west there is a niche that is filled with Ganesha statue that sits above a Yoni with the faucet facing to the north. While at the peak there Lingga the cushion at the top of the lotus. Lingga only form of the top, namely the form of a cylinder. In the roof there is also a small room that shaped cavity in the temple on the actual room.
Jangan membayangkan candi ini memiliki kemegahan seperti yang ditawarkan oleh candi Prambanan atau Borobudur, karena secara fisik bangunan candi Gebang memang tidak istimewa, hanya berbentuk bujur sangkar berukuran 5,25 m x 5,25 m dengan tinggi 7,75 m. Di dalam tubuh candi terdapat satu bilik dengan arah hadap ke timur yang di dalamnya terdapat Yoni. Relung di sisi utara dan selatan dalam keadaan kosong. Di sebelah barat terdapat relung yang diisi dengan Arca Ganesha yang duduk di atas sebuah Yoni dengan cerat yang menghadap ke utara. Sedangkan pada bagian puncak terdapat Lingga yang berada di atas bantalan seroja. Bentuk Lingga hanya bagian atas, yaitu berupa bentuk silinder. Di dalam atap juga terdapat sebuah ruangan kecil yang berbentuk rongga di atas bilik candi sebenarnya.
When the first set foot in the area of this temple, the situation looked so lonely, there is none of the visitors came. Apparently, in addition mysterious temple Gebang also neglected, whereas if well utilized this area to be able to tour one of the objects of interest and potential. Although not one of the seven wonders of the world, the temple Gebang still is one of the ancient sites that have historical value and should be its existence. But for the lover of solitude, this area may be suitable, because it is still very thick with the rural atmosphere of quiet and far from pollution.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di kawasan candi ini, situasi tampak begitu lengang, tidak ada seorang pun pengunjung yang datang. Tampaknya Candi Gebang selain misterius juga terabaikan, padahal jika dimanfaatkan dengan baik kawasan ini mampu menjadi salah satu objek wisata yang menarik dan potensial. Walaupun bukan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, candi Gebang tetap merupakan salah satu situs purbakala yang memiliki nilai sejarah dan patut dilestarikan keberadaannya. Tapi bagi para pencinta kesendirian, kawasan ini mungkin saja cocok, karena masih sangat kental dengan suasana pedesaan yang sepi dan jauh dari polusi.
According to Mr. Ahwadi that has been trusted to maintain this temple, have long since Gebang area of the temple is quiet visitors, “rarely, Rachel, who came to this place. Rachel is the first visitor after widths,” he said. To enjoy this historic site is not being charged in, but better define the first destination arrival. Vacation, apply the skills of photography, or just want to know one of the cultural heritage of Yogyakarta, so you can prepare all the equipment you need from home, because you will not find any one seller in this area.
Menurut Pak Ahwadi yang telah dipercaya untuk menjaga Candi ini, sudah sejak lama kawasan candi Gebang ini memang sepi pengunjung, “Jarang sekali, Mbak, yang berkunjung ke tempat ini. Mbak merupakan pengunjung pertama setelah lebaran,” ungkapnya. Untuk menikmati situs bersejarah ini tidak ditarik biaya masuk, tetapi lebih baik tetapkan dulu tujuan kedatangan Anda. Berlibur, menerapkan keahlian fotografi, atau hanya sekedar ingin tahu salah satu warisan budaya Jogja, sehingga Anda dapat menyiapkan segala peralatan yang Anda butuhkan dari rumah, karena Anda tidak akan menemukan satu penjual pun di kawasan ini.
Gebang area of the temple full of mystery this may be a destination for the umpteenth you have a vacation only orientation, but there is also a good idea if you know the game that other cultures besides coloring Yogyakarta Prambanan or Borobudur, so that together we are able to respect and preserve cultural Yogyakarta is indeed very diverse.
Kawasan candi Gebang yang penuh misteri ini mungkin akan menjadi tujuan wisata yang kesekian bagi Anda yang memiliki orientasi berlibur semata, namun ada baiknya jika Anda juga mengetahui cagar budaya lain yang turut mewarnai Jogja selain Prambanan atau Borobudur, agar kita bersama mampu untuk menghargai dan melestarikan budaya Jogja yang sesungguhnya sangat beragam.




Have your say!