Homerian Bookshop & Library, Not Just Used Book
(HOMERIAN BOOKSHOP & LIBRARY, BUKAN SEKEDAR BUKU BEKAS)
One way to expand our horizons are consumed with reading many books. In addition to increasing knowledge, the book also effective means to mitigate nerves nervous tired after the move. Bookstores as well as a library, Homerian Bookshop & Library. Situated on Jl. Completed Bambang Suprapto number 38a, a library, which is guaranteed very comfortable for the true book lover.
Salah satu cara memperluas wawasan kita adalah dengan mengkonsumsi banyak buku bacaan. Selain menambah pengetahuan, buku juga sarana efektif untuk melonggarkan urat syaraf setelah lelah beraktivitas. Seperti toko buku sekaligus perpustakaan yang satu ini, Homerian Bookshop & Library. Bertempat di Jl. Kompol Bambang Suprapto nomor 38a, perpustakaan yang satu ini dijamin sangat nyaman bagi para pencinta buku sejati.
Various types of books, neatly arranged on shelves high. Self-satisfied to spoil you through the eyes of the world through a collection of about a thousand more homerian. Interestingly, all the second-hand books. Start from the literature books, reference movies, chiklit, long novels to books that are not measurable value to another can only be read in place. For the owner, not the term used books, all of these books has its own history. In fact, there are books that were previously owned by an author or a famous social activist.
Berbagai jenis buku, tersusun rapi di rak tinggi. Cukup puas untuk memanjakan mata Anda menyusuri dunia melalui sekitar seribu lebih koleksi homerian. Yang menarik, kesemuanya merupakan buku tangan kedua. Mulai dari buku sastra, referensi film, chiklit, novel hingga buku lama yang tidak terkira lagi nilainya hingga hanya boleh dibaca di tempat. Bagi sang pemilik, tak ada istilahnya buku bekas, seluruh buku tersebut mempunyai sejarahnya sendiri. Bahkan ada buku yang dulunya milik seorang penulis atau aktivis sosial kenamaan.
Homerian name of the owner’s name originated with the same name of a European writer, Homer. Homerian eventually be defined as the book collections of Homer. “They go from thinking ‘diapakan collection of books would have finished reading this.’ Finally, my husband and try fad to peddle second book like this. It is much like. Begin Homerian managed more than a fraudulent,” said the mother Homer more often in the very name of the girl with him, making Esthi.
Nama Homerian berasal nama si empunya yang sama dengan nama seorang sastrawan Eropa, Homer. Homerian akhirnya diartikan sebagai buku koleksi Homer. “Semuanya berangkat dari pemikiran ‘mau diapakan koleksi buku yang sudah selesai dibaca ini’. Akhirnya saya dan suami mencoba iseng-iseng untuk berjualan buku second semacam ini. Ternyata banyak yang mau. Mulailah Homerian dikelola lebih dari sekedar iseng,” jelas Ibu Homer yang lebih kerap disapa dengan nama gadisnya, Mbak Esthi.
Beginning with the guerrilla system, Homerian used their personal book collection from the mouth to mouth. Herself the first time precisely when both are in Jakarta, around 2000. When the city returned to Yogyakarta in 2005, the trick a simple house on the edge of the road into a bookstore and library.
Diawali dengan sistem gerilya, Homerian dulunya memasarkan buku koleksi pribadi dari mulut ke mulut. Dirintis pertama kali justru ketika keduanya berada di Jakarta, sekitar tahun 2000. Ketika kembali ke kota Jogja pada 2005 lalu, disulaplah sebuah rumah sederhana di pinggir jalan tersebut menjadi toko buku dan perpustakaan.
The collection with a different reading in the park generally, which may eventually also distinguishes the book rental price per day rental period. To book a stilt in the price of Rp 1,000, - a day to rent, with a maximum borrowing books for the import of books and two books to local book category.
Koleksinya yang berbeda dengan taman bacaan pada umumnya, mungkin yang akhirnya juga membedakan harga sewa buku yang dihitung per hari masa peminjaman. Untuk satu buku dibandrol harga Rp 1.000,- satu hari sewa, dengan maksimal peminjaman satu buku untuk jenis buku impor dan dua buku untuk kategori buku lokal.
To bookshoop it is around 70% of book imports, which are obtained by hunting from a bookstore to attend the exhibition of books directly to publishers roll the mat. Price book that sold a variety of Rp 5,000, - to Rp 250.000, -. While for the library, a collection of books no less than the local import of books. Especially works Pramudya Ananta Toer called as a collection that is more difficult because it kept searching in the free market.
Untuk bookshoop-nya sekitar 70% merupakan buku impor, yang didapatkan dengan cara berburu dari satu toko buku ke pameran buku hingga mendatangi langsung penerbit yang gulung tikar. Harga buku yang dijual beragam mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 250.000,- . Sedangkan untuk library, koleksi buku lokal tidak kalah dibandingkan buku impor. Terutama karya-karya Pramudya Ananta Toer yang disebut sebagai koleksi yang sangat dijaga karena makin susah dicari di pasaran bebas.
However, although the sale does not mean that such books can not be enjoyed free. You can only read the book in place. In addition to books, Homerian also provide a variety of formats DVD movie collection. Plus, some of the old original collection of CDs that sold at Rp 25,000 - only. Everything is indeed a collection of personal and second hand goods, but for the quality need not feared. You can also book and movie lover? Homerian may be inappropriate for a try.
Namun, walaupun dijual bukan berarti buku-buku tersebut tak dapat dinikmati secara cuma-cuma. Anda boleh saja membaca buku tersebut di tempat. Selain buku, Homerian juga menyediakan berbagai koleksi film format DVD. Ditambah, beberapa koleksi CD original lama yang dijual seharga Rp 25.000,- saja. Semuanya memang merupakan koleksi pribadi dan barang tangan kedua, namun untuk kualitas tak perlu dikhawatirkan. Anda juga pencinta buku dan film? Mungkin Homerian patut untuk dicoba.



Have your say!