Woven tree branches and roots Ate
(ANYAMAN RANTING DAN AKAR POHON ATE)
Various handicrafts processed raw materials from plants that have become a trend in recent years. Basically, the natural materials that make them have more value than the production factory. One is a craft-based woven twigs and roots of trees Ate, such as that in bayu earned by the Collection.
Berbagai kerajinan diolah dari bahan dasar tumbuh-tumbuhan memang sudah menjadi trend dalam beberapa tahun terakhir. Bahan dasarnya yang alami membuatnya memiliki nilai lebih ketimbang produksi pabrik. Salah satunya adalah kerajinan berupa anyaman berbahan dasar ranting dan akar pohon Ate, seperti yang digeluti oleh Bayu Collection.
Start from trinkets to the small size, can be found here. With skill stage, Nurfatimah, the owner of this business produces various products. Glass mat, fruit baskets, to place jewelry, all made from the tree Ate.
Mulai dari pernak-pernik berukuran kecil hingga yang besar dapat ditemukan di sini. Dengan ketrampilan menganyam, Nurfatimah, sang pemilik usaha ini menghasilkan bermacam produk. Tatakan gelas, keranjang buah, hingga tempat perhiasan, semuanya terbuat dari bagian pohon Ate.
Prices vary with the craft that had stood since 15 years ago this was quite a lot of thinking. The price also varied. From Rp 15.000, - up to hundreds of thousands, this can provide an alternative option for buyers. According to Nurfatimah price offered depends on the long and difficult to produce.
Dengan harga cukup bervariasi kerajinan yang telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu ini cukup banyak peminatnya. Harganya pun beragam. Dari Rp 15.000,- sampai ratusan ribu, ini dapat memberikan pilihan alternatif bagi para pembeli. Menurut Nurfatimah harga yang ditawarkan tergantung pada lama dan kesulitan pembuatannya.
The business is located at Jl. Suryoputran No.1 Yogyakarta is also receiving the order. And variations in the form of the stranded goods can also be ordered by buyers. Additional ornament from the tree roots Ate also can be adjusted with the consumer interest. However, this would increase the cost of their own. Want a natural look without the varnish also become coated options apart, depending on buyer demand.
Usaha yang beralamat di Jl. Suryoputran No.1 Jogja ini juga menerima pesanan. Bentuk serta variasi barang yang terjalin juga dapat dipesan oleh pembelinya. Tambahan ornamen dari akar pohon Ate juga dapat disesuaikan dengan minat konsumennya. Namun ini tentunya menambah biaya sendiri. Ingin yang kelihatan natural tanpa dilapisi pernis juga menjadi pilihan tersendiri, tergantung permintaan pembeli.
Twigs and roots of trees Ate used as materials to make crafts woven this is a shipment from the island of Lombok and Bali. “The use of trees as raw materials Ate this craft, is unique because currently there are still rare,” said Nurfatimah who had previously also open the same business in Bali.
Ranting dan akar pohon Ate yang digunakan sebagai bahan pembuat kerajinan anyaman ini merupakan kiriman dari pulau Lombok dan Bali. “Penggunaan pohon Ate sebagai bahan baku kerajinan ini, merupakan keunikan tersendiri karena saat ini masih jarang ada,” ungkap Nurfatimah yang sebelumnya juga pernah membuka usaha yang sama di Bali.
Leaders woven handicrafts Ate apparently the root of the tree is not only local tourists only, but also foreign tourists. -To-woven products has been exported to the world in the number of lots. Countries such as Japan and France are the most frequently order the craft of this nature.
Peminat kerajinan anyaman akar pohon Ate rupanya tidak hanya wisatawan lokal saja, namun juga wisatawan asing. Berkali-kali produk anyaman ini telah diekspor ke mancanegara dalam jumlah banyak. Negara seperti Jepang dan Prancis merupakan yang paling kerap memesan kerajinan dari bahan alam ini.




Have your say!