Posted by ARM on July 30th, 2010

Dua Investigator KADI, Penta Riris Nasution (kiri) dan Triyana Huda memberikan paparannya tentang ketentuan Anti Dumping, dengan moderator Yunastuti Daud (tengah)
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai produsen handicraft. Bahkan buyer mancanegara sudah mengakuinya. Bila suatu saat nanti produsen mencurigai adanya impor barang dumping yang menyebabkan kerugian terhadap produsen, ada satu lembaga yang siap untuk menyelidikinya. Institusi resmi pemerintah itu adalah KADI (Komite Anti Dumping Indonesia).
Supaya lebih dekat dengan pengusaha, KADI telah menyelenggarakan penyuluhan di Yogyakarta, bekerjasama dengan KADIN Provinsi DIY. Penyuluhan yang diselenggarakan di Hotel Grand Quality itu diikuti sekitar 50 orang utusan asosiasi bisnis, Dinas Perindagkop serta perguruan tinggi. Djoko Wiyono, Wakil Ketua KADI tampak hadir dan memberikan pengantar penyuluhan. Sedangkan Wakil Ketua KADIN DIY, Gonang Yuliastono membuka penyuluhan yang berlangsung sehari itu.
Posted by ARM on July 28th, 2010

Drs Djoko Maruto, Dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Yogyakarta
Merpati memang mengasyikkan untuk dinikmati, baik secara fisik maupun dalam bentuk lukisan. Coba saja datang ke pasar satwa Dongkelan Yogya selatan, ada pedagang yang tiap hari memperagakan sepasang merpati yang sudah jodoh. Dilepas dari jarak puluhan meter, dengan cepatnya terbang menuju ke merpati pasangannya yang dipegang sang pedagang. Itu namanya sudah templek alias sudah jodoh.
Dalam bentuk lukisanpun, burung merpati akan enak dinikmati berlama-lama. Seperti karya Djoko Maruto, dosen jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta. Burung merpati ditampilkan sebagai personifikasi dari manusia. Karya Djoko Maruto itu digelar 3 hari sejak 26 Juli 2010, di PPPTK Kledon Sleman.
Posted by ARM on July 19th, 2010

Indra Gunawan sedang mengolah letong yang sudah dilahap cacing
Orang Jawa lebih mengenal kata letong ketimbang kotoran sapi. Di tempat asalnya, yakni di kandang-kandang sapi, baunya memang masih cukup menusuk hidung, dan ujudnyapun tidak sedap dipandang. Namun, di tangan orang-orang pecinta keselamatan tanah, letong adalah tempat yang sangat subur bagi cacing.
Sebagai rumah dan sekaligus makanan bagi binatang melata, berlendir, liat, tanpa telinga dan mata serta tak bertulang itu, letong kini mulai diburu orang. Salah satu pemburunya adalah Indra Gunawan, pengelola pembuatan pupuk organik Pangkal Sejahtera, yang bermarkas di dusun Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, sekitar 20 kilometer utara kota Yogyakarta.
Posted by ARM on July 18th, 2010

Anin Ditto dengan latar samping karya monoprintnya yang dipamerkan
Bebek atau itik kini naik gengsi. Seorang dosen ISI Padangpanjang , Anin Ditto, telah menempatkan unggas yang perilakunya suka menikmati kelegaan hidup secara bersama-sama itu, untuk tema pameran Tugas Akhir sebagai mahasiswa S-2 ISI Yogyakarta.
Dosen Jurusan Seni Murni dengan minat utama seni grafis ini mengingatkan, manusia dapat belajar banyak dari benda, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satunya itik. Anin Ditto mengangkat karya tugas akhirnya dengan tema: Perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam narasi simbol itik. Pameran tugas akhirnya dia gelar Sabtu, 17 Juli lalu, di kampus Pasca Sarjana ISI Yogyakarta, bersamaan dengan ujian yang ditempuhnya.
Posted by ARM on July 13th, 2010

Jauhari, "petualang" di ranah fotografi

Dengan sedikit menggeser bingkai, orang bisa masuk ke lingkaran untuk menikmati fotografi 360º nya Jauhari
Tiga ratus enam puluh drajat artinya satu lingkaran penuh. Bila fotografer pada umumnya memajang karyanya di dalam bingkai datar, sosok lelaki Jauhari lain. Bingkainya dibuat satu lingkaran penuh. Tinggi bidang sekitar 150 centimeter, melingkarnya sekitar 10 meter. Sehingga penikmat foto, mau tidak mau akan bergerak melingkar mengikuti alur cerita dalam foto yang dipajang pada bingkai satu lingkaran penuh itu. Jauhari, 27 tahun, seorang fotografer di sebuah biro iklan, memang sedang berpetualang di ranah fotografi.
Karya ciptanya sebagai syarat untuk menempuh ujian S-2 di ISI Yogyakarta menunjukkan, Jauhari yang juga bekerja sebagai Stringer Lepas di berbagai media cetak itu cukup jeli dalam menangkap realitas dan menghadirkan apa yang dia rasakan dalam perjalanan Solo – Jogja pergi pulang hampir saban hari itu.
Posted by ARM on July 4th, 2010

Masri Hasyar, SH (kiri) mantan Dirjen Bina Lattas, didampingi Kepala BBLK Yogyakarta, Drs Empu Guritno MM usai acara pamitan dengan jajaran BBLK Yogyakarta.
BBLK (Balai Besar Latihan Ketransmigrasian) adalah unit pendukung yang perannya cukup strategis. Yakni sebagai tempat penggodogan calon transmigran sebelum diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.